Senin, 04 Februari 2019

Ingin Beli Rumah Sebaiknya Dilakukan pada Saat Masuk Dunia Kerja


Kebutuhan akan terhadap tempat tinggal seperti rumah maupun properti lainnya, bersama sandang dan pangan termasuk kebutuhan primer manusia. Yang artinya setiap orang membutuhkan tempat tinggal atau rumah, karena tanpanya orang tidak akan bisa hidup secara normal.

Bagi mereka yang akan berkeluarga dan memiliki tanggungan, kebutuhan akan rumah atau tempat tinggal akan semakin besar agar kehidupan keluarga mereka bisa berjalan secara manuasiawi pada umumnya.

Ike Hamdan menjelaskan bahwa keputusan untuk membeli rumah atau hunian lainnya harus secepatnya diambil oleh generasi muda yang baru saja memasuki dunia kerja tersebut. Semakin muda usia saat membeli rumah, maka akan semakin baik karena masa muda masih belum banyak tanggungannya.

"Begitu juga bagi Generasi x yang di tahun 2019 ini mulai memasuki dunia kerja. Tahun ini adalah tahun penting bagi Gen x, karena mereka akan berusia 21 tahun yang artinya secara hukum mereka sudah dianggap secara penuh cakap bertindak atas nama diri sendirinya untuk bekerja, berpenghasilan, menabung, berinvestasi, dan mengelola utang termasuk di antaranya untuk membeli rumah atau properti lainnya dengan menggunakan fasilitas kredit seperti KPR atau KPA,.

Untuk Gen x yang baru memulai hidup mandiri, pemahaman akan keuangan sejak awal mulai menjadi sangat penting. Saat karir dan pendapatan meningkat, fundamental yang kuat akan membantu mereka mengelola relasi yang sehat dengan uang yang ada.

Salah satunya dengan langsung mempraktekkan prinsip keuangan 10-20-30-40 yaitu 10 persen dana darurat, 20 persen tabungan dan investasi, 30 persen utang produktif, 40 persen kebutuhan hidup anda.

"Lihat proporsinya bahwa mulai dengan dana darurat dan tabungan, bukan sebaliknya. Ini penting agar sudah teralokasikan di awal dan bukan dari sisa gaji. Apalagi kalau menabung dari sisa gaji biasanya jarang terwujud karena sering tak ada sisanya."

mengajak generasi muda agar mulai membeli rumah sebagai bentuk investasi masa depan. Apabila mereka mau membeli rumah sejak usia dini, hal itu akan menjadi aset yang nilainya akan naik berlipat-lipat saat mereka sudah berusia 30 tahunan. Rumah dan pengetahuan untuk membeli properti yang tepat adalah harta yang paling berharga, selain keluarga.

Pengetahuan diperlukan untuk bisa membeli rumah atau properti dengan tepat. sebagai portal properti online terdepan di Indonesia membantu para pencari properti khususnya generasi muda untuk mengambil keputusan membeli properti dengan penuh percaya diri dan penuh seksama.

"Bagi Generasi x yang masih ragu dalam mengambil keputusan membeli rumah atau properti, mereka bisa mengunjungi www.Rumah.com/panduan. Di dalamnya terdapat panduan lengkap dan cicilan murah, mulai dari cara mengumpulkan uang untuk uang muka, memilih cicilan KPR yang ideal, hingga menimbang-nimbang lokasi yang terbaik.

Selain itu untuk mencari tahu tren kenaikan harga rumah per kuartal di berbagai lokasi favorit konsumen di sebagian kota-kota besar di Indonesia, Generasi x bisa mengaksesnya lewat Rumah.com Property Index (www.rumah.com/property-index). Data Rumah.com Property Index ini memiliki akurasi yang cukup tinggi untuk mengetahui dinamika yang terjadi di pasar properti di Indonesia, karena merupakan hasil analisis dari 400.000 listing properti dijual dan disewa dari seluruh Indonesia, dengan lebih dari 17 juta halaman yang dikunjungi setiap bulan dan diakses oleh lebih dari 5,5 juta pencarian properti setiap bulannya.

mereka juga bisa memanfaatkan fitur Kalkulator KPR yang tersedia di Rumah.com. Melalui fitur ini mereka bisa mendapatkan simulasi pembiayaan ideal yang besarnya didasarkan pada pemasukan yang mereka dapatkan dan caranya sangat mudah.

"Sudah banyak pilihan rumah tersedia dengan cicilan yang kalau dihitung melalui Kalkulator KPR, per harinya setara dengan satu gelas kopi di kedai kopi ternama. Ini sangat pas bagi generasi x yang baru masuk dunia kerja.

pesan bagi generasi muda yang suka jalan-jalan, "Pastikan mereka memiliki rumah atau tempat tinggal jika pulang dari petualangan penuh warna-warni yang mereka jalanin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tips Cara membedahkan Video Hoax atau Fakta

Berbagai informasi yang tersebar media sosial tentang salah satu dari mereka dalam bentuk video. Namun, kita tidak harus mengambil bagian ...