Jumat, 08 Februari 2019

Melihat Pemain Bola Keturunan Tionghoa di Kota Surabaya


 Masterjudibola Etnis Tionghoa sedang merayakan Tahun Baru Imlek 2570. Tionghoa merupakan etnis yang sangat turut memberikan kontribusi bagi perjuangan kemerdekaan Indonesia, termasuk lewat olahraga yang ada.

Etnis Tionghoa memliki peranan yang sangat penting untuk perkembangan sepak bola di Surabaya. Jauh sebelum Indonesia merdeka, mereka mendirikan POR Gymnastiek en Sportvereeniging Tionghoa Surabaya pada 1908

Olahraga yang juga berisikan atlet anggar dan senam. Pada 1914, POR Suryanaga berdiri sebagai wadah para Tionghoa untuk berolahraga, termasuk sepak bola. Mereka mengaplikasikan lapangan sepak bola yang kini telah masuk dalam zona Stasiun Pasar Turi.

Dosen sejarah Universitas Negeria Surabaya, menyatakan bahwa awalnya Suryanaga didirikan sebagai sarana berkumpul etnis Tionghoa. “Sepak bola dianggap sebagai olahraga yang bisa membentuk karakter.

Awalnya anggota Suryanaga tidak tahu banyak tentang cara bermain sepak bola mereka. Setelah lima tahun berdiri, tepatnya 1919, Suryanaga kemudian diakui sebagai anggoat Soerabajasche Voetbal Bond (SVB). Ini merupakan jalan awal mereka hingga masuk sebagai klub internal Persebaya.

Di era kolonial, mereka masuk sebagai anggota SVB yang turun dalam kompetisi. Setelah kemerdekaan, mereka menjadi bagian klub internal Persebaya. Makanya, dulu sejak era 1950-an sampai 1960-an, banyak sekali pemain Tionghoa pada saat itu.

Dalam data kompetisi internal Persebaya, ada satu pemain tersisa berdarah Tionghoa. Namanya Kevin Christian. Dia bergabung dengan Maesa, klub internal Persebaya milik Champ. Maesa mulanya didirikan oleh orang-orang etnis Minahasa yang berada di Surabaya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tips Cara membedahkan Video Hoax atau Fakta

Berbagai informasi yang tersebar media sosial tentang salah satu dari mereka dalam bentuk video. Namun, kita tidak harus mengambil bagian ...