Kamis, 06 Juni 2019
Sejarah Sukarno dan Mobil Volkswagen Kodok di Sekitar G30S 1965
Sebelum dicekal masuk ke Indonesia, indonesianis Benedict Anderson punya kenangan tentang mobil Volkswagen (VW) milik Mayor Jenderal Siswondo Parman yang hendak diwawancarainya. Parman saat itu adalah Asisten Intelijen Menteri Panglima Angkatan Darat, sebelum akhirnya jadi korban G30S 1965. “Ia tiba mengendarai VW tua berkaca gelap dan mengantar saya ke tempat yang nantinya saya tahu adalah rumah persembunyian intelijen di bilangan Tanah Abang,” ingat Ben dalam memoarnya, Hidup di Luar Tempurung (2016: 75). Ben yang bule ini sempat dikira agen CIA anti-komunis, karena itu Parman berani mengklaim di hadapannya. “[Parman] sesumbar punya mata-mata hebat dalam tubuh PKI sehingga dalam hitungan jam ia bisa tahu keputusan-keputusan politbiro [PKI].” Di negeri asalnya, Jerman, mobil Volkswagen sebenarnya diperuntukkan untuk rakyat banyak pada zaman Adolf Hitler. Istilah "volkswagen" memang berarti "mobil rakyat". Perusahaan mobil ini didirikan pada 28 Mei 1937, tepat hari ini 82 tahun lalu, oleh Front Buruh Jerman, organisasi buruh Partai Nazi. Sementara itu di Indonesia, hanya pejabat dan orang kaya yang bisa punya mobil, termasuk VW, dan Parman bukan satu-satunya pengendara mobil itu. Orang nomor satu di Indonesia pada 1965, Presiden Sukarno, juga pengguna mobil VW.
VW Kodok itu tidak sendiri, ada jeep yang mengawal di belakangnya. Sementara Chrysler ditinggal di rumah Hariyatie. Sekitar pukul 08.30 pada 1 Oktober, rombongan presiden dengan VW Kodok dan jeep itu memasuki halaman depan Markas Komando Operasi di Pangkalan Udara Halim Perdanakusumah. Setelah Kolonel Maulwi Saelan dan AKBP Mangil turun dari jeep, maka Sukarno pun turun dari mobil. Kala itu, seperti dicatat Benedicta Soerodjo dan J.M.V. Soeparno dalam biografi Omar Dani, Tuhan, Pergunakanlah Hati, Pikiran dan Tanganku (2001), “sesuai standard operating procedure (SOP) Resimen (pengawal presiden) Tjakrabirawa, salah satu cara untuk menyelamatkan kepala negara jika terjadi sesuatu dan situasi keamanan sangat mendesak adalah membawa ke Pangkalan Angkatan Udara Halim Perdanakusumah”
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tips Cara membedahkan Video Hoax atau Fakta
Berbagai informasi yang tersebar media sosial tentang salah satu dari mereka dalam bentuk video. Namun, kita tidak harus mengambil bagian ...
-
Sebelum dicekal masuk ke Indonesia, indonesianis Benedict Anderson punya kenangan tentang mobil Volkswagen (VW) milik Mayor Jenderal Sisw...
-
Berbagai informasi yang tersebar media sosial tentang salah satu dari mereka dalam bentuk video. Namun, kita tidak harus mengambil bagian ...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar