Selasa, 05 Februari 2019

Gaji Sudah Dibayar, Serikat Pekerja Pos Indonesia Tetap Demo



Serikat Pekerja Pos Indonesia Kuat Bermartabat (SPPI KB) menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung PT Pos Indonesia, Rabu (6/2). Mereka memprotes disparitas gaji yang amat luar biasa antara level staf dan pimpinan perusahaan tersebut.

Sekretaris Jenderal SPPI KB Hendri Joni mengatakan perbandingan gaji karyawan dengan level staf level dan level pejabat sangat jauh berbeda. Ditambah lagi dengan keterlambatan pembayaran gaji oleh manajemen.

Disparitas gaji karyawan dan pejabat antara bumi dan langit. Contohnya kepala kantor di Pariaman, gaji aku cuma Rp5,3 juta meskipun pejabatnya Rp50 juta-an. Ini aku level pimpinan nih, kepala kantor, belum kawan-kawan tingkat di level bawah. Kami sangat sabar tentang itu, tapi ditambah lagi telatnya pembayaran hak kami, di tengah-tengah aksi demonstrasi, Rabu (6/2).


Serikat pekerja juga menuntut agar para jajaran direksi perusahaan turun dari jabatannya. Menurut ia, daya kerja operasional dan keuangan PT Pos Indonesia selama tiga tahun terakhir malahan sangat memburuk sebab manajemen menerapkan tata kelola perusahaan dan sistem pola karir yang tidak objektif cocok harapan karyawan.

"Kami minta terhadap pemegang saham, terhadap presiden, terhadap menteri untuk mengubah pimpinan direksi kami.

Karir yang dimaksud salah satunya tentang Pemutusan Kekerabatan Umum (PHK) yang dinilai tidak dilaksanakan secara adil dan mencontoh prosedur.

Ada enam orang sahabat kami yang di-PHK pada akhir-akhir ini tanpa melakukan cara kerja prosedural perundang-undangan.

Jumlah massa yang mencontoh aksi hal yang demikian diklaim sekitar seribuan orang. Mereka datang dari beragam daerah di Indonesia seperti Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Barat, Riau, Batam, Tanjung Pinang, Medan dan Makassar.

Dilakukan di depan gedung PT Pos Indonesia, aksi protes ini juga akan dilaksanakan di depan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Serikat pekerja mengancam akan melanjutkan aksi demonstrasi ke Istana Negara bila tuntutan mereka tidak didengar.








Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tips Cara membedahkan Video Hoax atau Fakta

Berbagai informasi yang tersebar media sosial tentang salah satu dari mereka dalam bentuk video. Namun, kita tidak harus mengambil bagian ...