Semua narkoba seleundupan asal Kuala Lumpur itu masuk melalui Bengkalis, sebuah pulau di pesisir Provinsi Riau yang berbatasan langsung dengan Selat Malaka.
Hakim Sutarno mengetuk palu 3kali media Januari 2019, sementara 3 terdakwa kurir narkoba menekuk kepalanya. Ada tatapan mata kosong seolah tak percaya bahwa mereka divonis hukuman mati melalui ketukan sebuah palu kayu di meja hijau.
Sindikat Narkoba Melibatkan Mahasiswa
Penyakit kronis narkoba tidak hanya mengintai warga dengan tingkat pemahaman pendidikan biasa. Namun juga mahasiswa.pada 21 Januari 2019, Kepolisian Polresta Pekanbaru menyita 8.600 butir pil ekstasi dari seorang mahasiswa perguruan tinggi di ibu kota Provinsi Riau tersebut.
Semua ekstasi yang tersimpan dalam 6 paket besar tersebut diambil dari tersangka berinisial MJ alias berok(27) di kompleks Perumahan Unri Kecamatan Tampan akhir pekan lalu.
Pengungkapan itu merupakan kasus peredaran narkoba melibatkan seseorang mahasiswa. Berdasarkan catatan Antara, pada September 2018 lalu, Polresta Pekanbaru menangkap LS (21), seorang mahasiswa aktif yang terlibat peredaran 4,6 kilogram sabu-sabu dan 3.020 ekstasi.
Pada Juli tahun yang sama, AP (26) seorang mahasiswa juga ditangkap berikut barang bukti 3,0 kilogram sabu-sabu senilai Rp3,0 miliar serta 3.100 ekstasi. AP yang merupakan kurir itu mengaku penghasilan yang mengoda, meski akhirnya berurusan dengan Polisi.
Dua mahasiswa lainnya, DM (23) dan AK (25) juga harus berurusan dengan Polresta Pekanbaru karena terlibat narkoba dengan barang bukti 1,9 kilogram sabu-sabu dan 500 biji ekstasi. Bahkan, saat itu polisi menyebut tersangka sangat aktif jual beli narkoba hingga ke Provinsi Sumatera Selatan.
Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto kemarin memberitakan jaringan kartel narkoba sengaja memanfaatkan berbagai mahasiswa sebagai kurir hingga bandar. Mereka hanya oknum. Mereka ini awalnya target pasar saja.
Para jaringan narkoba yang bermain sangat rapi. Serta itu kemudian menjadikan mahasiswa sebagai agen. Mereka diberikan narkoba gratis hingga pendapatan sangat besar. Untuk itu kepolisian meminta peran orang tua serta keluarga dapat lebih ditingkatkan serta kepada mahasiswa dapat bijaksana dalam menjalin pertemanan.
Narkoba di Riau dalam beberapa waktu terakhir seolah menjadi dua kata yang sulit dipisahkan. Terobosan penting dibutuhkan untuk memotong agar penegak hukum seolah terlihat tak berdaya melawan ganasnya permainan mereka, para bandar dan pemain narkoba.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar