Sabtu, 16 November 2019

IPW Nilai Kepolisian Telah Gagal Cegah Terorisme

dadupokerqiu.net Indonesia Police Watch (IPW) menilai penangkapan besar-besaran dari tersangka teroris setelah insiden penusukan Wiranto mantan Menteri Koordinator Politik dan pemboman bunuh diri di Medan Mapolrestabes adalah bentuk kegagalan polisi dalam mencegah terorisme.

IPW Presidium Neta S. Pane mengatakan, polisi tidak mudah melakukan deteksi dini meskipun cukup banyak anggota yang sering menjadi serangan teror.

"Ironisnya, dalam kondisi ini polisi kadang-kadang sangat ceroboh, lalai dan tidak cepat awal deteksi,

Neta menyoroti Polretabes ledakan di Medan sebagai pesan bahwa terorisme di Indonesia masih hidup. Pasalnya, menurut dia, insiden itu adalah pertama kalinya yang terjadi pada periode kedua pemerintahan Joko Widodo.


Dia menambahkan bahwa penangkapan tersangka teroris hari ini tidak redup keberadaan mereka, justru sebaliknya.

"Meskipun terus menerus Densus 88 penangkapan dan pembersihan ke dalam sarang-sarang terorisme, tetapi teroris masih mencari celah untuk menyerang dan teroris tidak pernah takut penangkapan dan Polisi razia yang dilakukan terhadap mereka," katanya.

bom bunuh diri di Medan, kata Neta, serta sebagai cara untuk mempermalukan baru General Idham Aziz saat menjabat sebagai Kapolri. Menurut dia, Idham merupakan tokoh penting dalam tubuh Densus 88.

"Bom Kasus bidang ini juga menunjukkan Polri di bawah kepemimpinan Idham Aziz sangat lemah dalam dininya sistem deteksi, baik deteksi dini Densus 88 dan dari jajaran Dinas Intelijen Kepolisian, dan Investigasi Kriminal

Diketahui Kriminal Mabes Polri kursi masih kosong. Neta menilai kelambatan Idham memilih anggota untuk mengisi posting ini menunjukkan kelemahan untuk mengantisipasi berbagai serangan teror.

"Selama ini jajaran polisi sendiri yang selalu mengatakan bahwa sasaran terorisme sekarang tersebar luas dan polisi digunakan sebagai target utama.

"Bagaimana Polri bisa mengamati dan mendeteksi jajaran terorisme manuver, jika Polisi sendiri tidak dikonsolidasikan dengan posisi mengambangnya Kabareskrim? Yang justru muncul manuver negatif di internal polisi yang membuat jajaran Kepolisian bingung berada di tengah-tengah serangan teroris

Sebelumnya, Densus 88 Mabes Polri telah mengamankan 18 tersangka teroris setelah bom bunuh diri terjadi di Polrestabes Medan. Mereka ditangkap sama sekali ditetapkan sebagai tersangka.

"Sampai hari ini kami telah mengamankan total ada 18 orang. Di antara mereka ditangkap di Aceh tiga orang, tiga Hamparan Perak, Jermal dua dan sejumlah titik lainnya," kata Sumut Kapolda Irjen Pol Andrianto Agus,

Agus mengatakan, Densus 88 personil dan Sumatera Polisi sendiri masih terus berburu untuk tersangka teroris lainnya.

Sementara itu di Kabupaten Hamparan Perak, Sumatera Utara Mabes Polri Densus 88 tembakan dengan tersangka teroris. Dalam tembak-menembak, Densus 88 personil yang terluka dan dua meninggal karena tersangka teroris.

"Kami bisa sampai di sana baku tembak pagi ini dengan dua tersangka teroris dan anggota Detasemen 88. Salah satu anggota terluka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tips Cara membedahkan Video Hoax atau Fakta

Berbagai informasi yang tersebar media sosial tentang salah satu dari mereka dalam bentuk video. Namun, kita tidak harus mengambil bagian ...