Rusia tidak menyangkal bahwa ancaman sanksi Amerika Serikat sedikit banyak menghambat negosiasi kontrak
Menurut Rusia Wakil Duta Besar untuk Indonesia, V Kopylov, bayangan sanksi AS mengancam tidak hanya Indonesia, tapi juga semua negara yang ingin bermitra dengan Rusia, khususnya di bidang pertahanan.
"AS sedang berusaha untuk mencegah negara-negara tetangga untuk bekerja sama dengan Rusia, khususnya di bidang militer. Semua orang tahu itu, tapi kami berharap ini tidak akan mengganggu jalannya kontrak [dengan Indonesia],
Seperti kasus Turki yang membeli senjata kami S-400, kasus India dan China, AS sedang mencoba untuk mencegah negara-negara mitra untuk bekerja sama dengan Rusia, khususnya di bidang militer, "tambahnya.
Menurut Kopylov, sikap AS tidak adil mudah dipahami karena Paman Sam adalah produsen senjata dan industri pertahanan di dunia.
Meski begitu, Kopylov Sukhoi menegaskan bahwa kontrak pembelian dengan Indonesia terus berlanjut. Dia juga menjelaskan Rusia siap untuk mengirim burung selusin besi triliun total Rp16,75 ke Indonesia.
Namun, kata dia, Rusia tidak dalam posisi untuk terburu-buru apalagi mendikte Indonesia terkait dengan keputusan pembelian ini.
"Sekarang keputusan ada di pihak Indonesia," kata Kopylov.
Indonesia telah merencanakan untuk membeli 11 Sukhoi dari Rusia sejak sekitar dua tahun. Sementara itu, kedua negara menandatangani kontrak untuk membeli sekitar Februari 2018 lalu.
Sekitar akhir 2018, beberapa pihak mengatakan selusin Sukhoi disusun lepas landas di Indonesia pada 2019. Namun, hingga saat ini yang terbaik kontrak pembelian selusin tidak jelas.
Return on Hambatan Perdagangan
Selain menjulang sanksi AS, Kopylov mengatakan bahwa cukup banyak persiapan teknis dan administratif yang menghambat kursus kontrak untuk membeli Sukhoi, salah satunya miring perdagangan.
Kopylov mengatakan bahwa sejak kontrak pembelian ditandatangani, Indonesia setuju untuk membayar 50 persen dari harga total 11 Sukhoi.
Sementara itu, kata dia, sisa pembayaran akan dibayar oleh produk barter dalam negeri. Departemen Perdagangan disebut masih berusaha untuk mengalokasikan produk dalam negeri dalam pertukaran untuk pembayaran perdagangan kanan Sukhoi segera penuh
Selain tentang pengembalian perdagangan, Kopylov mengatakan bahwa pertukaran teknologi dan kesiapan sumber daya manusia juga menjadi salah satu pertimbangan lusin terbaik sebelum dikirim ke Indonesia.
"Tapi, saya tegaskan sekali lagi bahwa kontrak pembelian Sukhoi masih berlaku, dan kami terus mendorong proses
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tips Cara membedahkan Video Hoax atau Fakta
Berbagai informasi yang tersebar media sosial tentang salah satu dari mereka dalam bentuk video. Namun, kita tidak harus mengambil bagian ...
-
Sebelum dicekal masuk ke Indonesia, indonesianis Benedict Anderson punya kenangan tentang mobil Volkswagen (VW) milik Mayor Jenderal Sisw...
-
Berbagai informasi yang tersebar media sosial tentang salah satu dari mereka dalam bentuk video. Namun, kita tidak harus mengambil bagian ...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar